PROPOSAL PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA
JUDUL PROGRAM
PENGARUH LINGKUNGAN KERJA DAN
STRES KERJA TERHADAP KINERJA
KARYAWAN
STRES KERJA TERHADAP KINERJA
KARYAWAN
BIDANG KEGIATAN:
PKM ARTIKEL ILMIAH
DIUSULKAN OLEH:
1. Musliana NIM : H0417328/2017
2. Rosmiati NIM : H0417016/2017
3. Reka NIM: H0216335/2016
UNIVERSITAS SULAWESI BARAT
MAJENE
2017
PENGESAHAAN USULAN PKM ARTIKEL ILMIAH
1. Judul Kegiatan : Pengaruh Lingkungan Kerja Dan Stres Kerja Terhadap Kinerja Karyawan
2. Bidang Kegiatan : PKM Artikel Ilmiah
3. Ketua Pelaksana Kegiaan
a. Nama Lengkap : Musliana
b. NIM : H0417328
c. Program Studi : Pendidikan Fisika
d. Perguruan Tinggi : Universitas Sulawesi Barat
e. Alamat Rumah dan No Tel./HP : Desa Tandung Kecamatan Tinambung, hp. 082290244929
f. Alamat email : lianakembar99@gmail.com
4. Anggota Pelaksana Kegiatan/Penulis : 2 orang
5. Dosen Pendamping
a. Nama Lengkap dan Gelar : Muh. Arafat.Abd, S.Si., M.Si
b. NIDN : 0910118303
c. Alamat Rumah dan No Tel./HP : Tinambung,kab. Polewali Mandar,Hp:082395647788
6. Biaya Kegiatan Total
b. Sumber Lain : -
7. Jangka Waktu Pelaksanaan : Majene, Desember2017
Pengaruh Lingkungan Kerja dan Stres kerja Terhadap Kinerja Karyawan
Studi pada PT Prataya Raya Semarang
Oleh : Dwi Septianto
Ekonomi Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Diponegoro Semarang
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lingkungan kerja dan stres terhadap kinerja bagi karyawan operasional pada PT. Pataya Raya Semarang. Dimana diajukan dua variabel bebas dan satu variabel terikat, yaitu lingkungan kerja dan stres kerja berperan sebagai variabel bebas dan kinerja karyawan berperan sebagai variabel terikat. Penilitian ini dilakukan dengan metode survey terhadap karyawan operasional pada perusahaan jasa ekspor impor dan dianalisis dengan regresi. Tahap pertama menguji validitas dan reliabilitas pertanyaan setiap variabel. Tahap kedua, meregresi variabel lingkungan kerja dan stres kerja terhadap kinerja karyawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel lingkungan kerja berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja karyawan di tolak. Serta variabel stres kerja berpengaruh negatif signifikan terhadap kinerja karyawan di tolak. Namun demikian, stres kerja yang berada pada tingkat rendah sampai sedang akan menciptakan kinerja karyawan yang baik dan akan memperburuk karyawan jika dalam tempo waktu yang sangat lama dan berlebihan.
Kata kunci : Lapangan kerja, stres kerja, dan kinerja karyawan.
ABSTRACT
This study aims to determine the effect of work environment and stress on
performance for operational employees at PT. Pataya Raya Semarang. Where the
proposed two independent variables and one dependent variable, namely the
working environment and job stress acting as independent variables and
employee performance served as dependent variables.
This research was conducted using a survey of operational employees in
the import and export service company was analyzed by regression. The first
phase of testing the validity and reliability of questions of each variable. The
second phase, making the regression variable work environment and work stress
on employee performance.
The results showed that the variable has a significant positive work environment
on the performance of employees in decline. And work stress variables significant
negative effect on employee performance in decline. However, work stress are at
low to moderate level will create a good employee performance and will worsen if
the employee within a very long time and excessive.
Keywords: Work environment, job stress, employee performance.
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Manajemen sumber daya manusia merupakan bagian dari manajemen keorganisasian yang memfokuskan diri pada unsur sumber daya manusia. Tugas MSDM adalah mengelola unsur manusia secara baik agar diperoleh tenaga kerja yang puas akan pekerjaannya. Di dalam organisasi, manusia merupakan salah satu unsur yang terpenting didalam suatu organisasi. Tanpa peran manusia meskipun berbagai faktor yang dibutuhkan itu telah tersedia, organisasi tidak akan berjalan. Karena manusia merupakan penggerak dan penentu jalannya suatu organisasi. Oleh karena itu hendaknya organisasi memberikan arahan yang positif demi tercapainya tujuan organisasi. Salah satu faktor yang mempengaruhi tingkat keberhasilan suatu organisasi adalah kinerja karyawannya. Kinerja karyawan merupakan suatu tindakan yang dilakukan karyawan dalam melaksanakan pekerjaan yang diberikan perusahaan (Handoko 2001, h.135). Setiap perusahaan selalu mengharapkan karyawannya mempunyai prestasi, karena dengan memiliki karyawan yang berprestasi akan memberikan sumbangan yang optimal bagi perusahaan. Selain itu, dengan memiliki karyawan yang berprestasi perusahaan dapat meningkatkan kinerja perusahaannya. Karena seringkali perusahaan menghadapi masalah mengenai sumber daya manusianya. Masalah sumber daya manusia menjadi tantangan tersendiri bagi manajemen karena keberhasilan manajemen dan yang lain itu tergantung pada kualitas sumber daya manusianya.
Apabila individu dalam perusahaan yaitu SDM-nya dapat berjalan efektif maka perusahaan tetap berjalan efektif. Dengan kata lain kelangsungan suatu perusahaan itu ditentukan oleh kinerja karyawannya. Menurut Siagan (2002) bahwa kinerja karyawan dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu : gaji, lingkungan kerja, budaya organisasi, kepemimpinan dan motivasi kerja (motivation), disiplin kerja, kepuasan kerja, komunikasi dan faktor-faktor lainnya. Usaha untuk meningkatkan kinerja karyawan, diantaranya adalah dengan memperhatikan stres kerja. Stress merupakan suatu kondisi keadaan seseorang mengalami ketegangan karena adanya kondisi yang mempengaruhinya, kondisi tersebut dapat diperoleh dari dalam diri seseorang maupun lingkungan diluar diri seseorang. Stress dapat menimbulkan dampak yang negatif terhadap keadaan psikologis dan biologis bagi karyawan. Menurut Robbin (2002, h.318) stress merupakan kondisi dinamis dimana seseorang individu dihadapkan dengan kesempatan, keterbatasan atau tuntutan sesuai dengan harapan dari hasil yang ingin dia capai dalam kondisi penting dan tidak menentu.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang dikemukakan diatas, maka secara terperinci masalah yang akan diteliti adalah lingkungan kerja yang berada di sekitar pelabuhan dapat berpengaruh pada kinerja karyawan dan kondisi stres kerja karyawan yang berpengaruh pada kinerja karyawan. Dari masalah di atas maka dapat diperoleh rumusan penelitian sebagai berikut:
1. Apakah lingkungan kerja mempengaruhi kinerja karayawan pada PT. Pataya Raya Semarang?
2. Apakah stres kerja mempengaruhi kinerja karyawan pada PT. Pataya Raya Semarang?
C. Tujuan
Tujuan penelitian yang dilakukan pada PT. Pataya Raya Semarang adalah sebagai berikut:
1. Untuk mengetahui pengaruh lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan pada PT. Pataya Raya Semarang.
2. Untuk mengetahui pengaruh stres kerja terhadap kinerja karyawan pada PT. Pataya Raya Semarang.
D. Manfaat
Manfaat dari penelitian yang dilakukan pada PT. Pataya Raya Semarang adalah sebagai berikut:
1. Bagi PT. Pataya Raya Semarang Hasil penelitian ini diharapkan menjadi bahan pertinbangan dan masukan bagi PT. Pataya Raya Semarang dalam upaya meningkatkan kinerja karyawan yang lebih baik.
2. Bagi Akademik Penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan penelitian lebih lanjut guna untuk menambah wawasan dan pengetahuan tentang pengaruh kompensasi dan lingkungan kerja terhadap stres kerja dan dampaknya terhadap kinerja karyawan pada PT. Pataya Raya Semarang.
3. Bagi Peneliti Penelitian ini diharapkan dapat menambah referensi dan wacana untuk mengembangkan ilmu pengetahuan tentang manajemen sumber daya manusia khususnya yang berhubungan dengan kompensasi dan lingkungan kerja terhadap stres kerja serta dampaknya terhadap kinerja karyawan.
TELAAH PUSTAKA
1. Kinerja Karyawan
1.1. Pengertian Kinerja Karyawan
Kinerja adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai denga tanggung jawab yang diberikan kepadanya (Mangkunegara 2001, h.67).
Menurut Prawirosentono (1999), kinerja adalah hasil kerja yang dapat dicapai oleh seseorang atau sekelompok orang dalam suatu organisasi sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab masing – masing dalam rangka upaya mencapai tujuan oraganisasi yang bersangkutan secara legal, tidak melanggar hukum dan sesuai dengan moral atau etika. Kinerja seringkali dipikirkan sebagai pencapaian tugas, dimana istilah tugas sendiri berasal dari pemikiran aktivitas yang dibutuhkan oleh pekerja. Karena kinerja pegawai merupakan suatu tindakan yang dilakukan karyawan dalam melaksanakan pekerjaan yang dilakukan perusahaan (Handoko 1995, h.135).
1.2. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kinerja Karyawan
1.2. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kinerja Karyawan
Menurut Gibson (1997, h.164) menyatakan bahwa faktor – faktor yang mempengaruhi kinerja sebagai berikut:
a. Faktor Individu Faktor individu meliputi: kemampuan, ketrampilan, latar belakang keluarga, pengalaman kerja, tingkat sosial dan demografi seseorang.
b. Faktor Psikologis Faktor – faktor psikologis terdiri dari persepsi, peran, sikap, kepribadianm, motivasi, lingkungan kerja dan kepuasan kerja.
c. Faktor Organisasi Struktur organisasi, desain pekerjaan, kepemimpinan dan imbalan.
2. Lingkungan Kerja
2.1. Pengertian Lingkungan Kerja
Kinerja karyawan dipengaruhi oleh banyak faktor dantaranya adalah jumlah komposisi dari kompensasi yang diberikan, penempatan yang tepat, latihan, rasa aman di masa depan mutasi promosi. Di samping faktor – faktor di atas masih ada faktor lain yang juga dapat mempengaruhi kinerja karyawan dalam pelaksanaan tugas yaitu lingkungan kerja. Meskipun faktor ini adalah penting dan besar pengaruhnya, tapi banyak perusahaan yang sampai saat ini kurang memperhatikan faktor ini. Seperti soal musik yang merdu, meskipun kelihatannya remeh, tapi tenyata besar pengaruhnya terhadap efektivitas dan efisiensi pelaksanaan tugas.
2.2. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Lingkungan Kerja
Menurut Soedarmayanti (2001, h.21) bahwa faktor–faktor yang dapat mempengaruhi terbentuknya lingkungan kerja adalah sebagai berikut:
1. Penerangan/ Cahaya Cahaya atau penerangan sangat besar manfaatnya bagi karyawan guna mendapat keselamatan dan kelancaran bekerja. Oleh sebab itu perlu diperhatikan adanya penerangan (cahaya) yang terang tetapi tidak menyilaukan. Cahaya yang kurang jelas, sehingga pekerjaan akan lambat, banyak mengalami kesalahan, dan pada akhirnya menyebabkan kurang efisien dalam melaksanakan pekerjaan. Pada dasarnya, cahaya dapat dibedakan menjadi empat yaitu cahaya langsung, cahaya setengah langsung, cahaya tidak langsung dan cahaya setengah tidak langsung.
2. Suhu Udara Oksigen merupakan gas yang dibutuhkan oleh makhluk hidup untuk menjaga kelangsungan hidup, yaitu untuk proses metabolisme. Udara di sekitar dikatakan kotor apabila kadar oksigen, dalam udara tersebut telah berkurang dan telah bercampur dengan gas atau bau – bauan yang berbahaya bagi kesehatan tubuh. Rasa sejuk dan segar dalam bekerja akan membantu mempercepat pemulihan tubuh akibat lelah setelah bekerja.
3. Suara Bising Salah satu populasi yang cukup menyibukkan para pakar untuk mengatasinya adalah kebisingan, yaitu bunyi yang tidak dikehendaki oleh telinga. Tidak dikehendaki, karena terutama dalam jangka panjang bunyi tersebut daat mengganggu ketenangan bekerja, merusak pendengaran dan menimbulkan kesalahan komunikasi, bahkan menurut penelitian, kebisingan yang serius bisa menyebabkan kematian. Karena pekerjaan membutuhkan sonsentrasi, maka suara bising hendaknya dihindarkan agar pelaksanaan pekerjaan dapat dilakukan engan efisien sehingga produktivitas kerja meningkat.
4. Keamanan Kerja Guna menjaga tempat dan kondisi lingkungan kerja tetap dalam keadaan aman maka perlu diperhatikan adanya keberadaannya. Salah satu upaya untuk menjaga keamanan di tempat kerja, dapat memanfaatkan tenaga Satuan Petugas Keamanan (SATPAM).
5. Hubungan Karyawan Lingkungan kerja yang menyenangkan bagi karyawan melalui pengikatan hubungan yang harmonis dengan atasan, rekan kerja, maupun bawahan serta didukung oleh sarana dan prasarana yang memadai yang ada di tempat bekerja akan membawa dampak yang positif bagi keryawan, sehingga kinerja karyawan dapat meningkat.
METODE PENELITIAN
A. Variabel Penelitian
Variabel penelitian adalah objek penelitian, atau apa yang menjadi titik perhatian suatu penelitian (Arikunto 1998, h.118).
Variabel dalam penelitain ini terdiri dari variabel bebas (X) dan variabel terikat.
a. Variabel Bebas (independent) adalah variabel yang mempengaruhi variabel terikat (Arikunto, 1998, h.118)
Variabel bebas dalam penelitian ini terdiri dari:
1. Lingkungan Kerja (X2) Lingkungan kerja merupakan segala sesuatu yang ada di sekitar para pekerja dan yang dapat mempengaruhi dirinya dalam menjalankan tugas-tugas yang dibebankan oleh pimpinan, (Nitisemito 1982, h.159).
Menurut Ratnawati (dikutip dari Arikunto 2006), adapun indikator dari lingkungan kerja adalah sebagai berikut:
a) Penerangan cahaya
b) Suhu udara
c) Suara bising
d) Keamanan kerja
e) Hubungan karyawan
2. Stres Kerja (X2) Stres kerja adalah suatu bentuk tanggapan seseorang, baik fisik maupun mental terhadap suatu perubahan di lingkungannya yang dirasakan mengganggu dan mengakibatkan dirinya terancam, (Panji Anoraga 2001, h.108).
Adapun indikator stres kerja sebagai berikut:
a) Intimidasi dan tekanan
b) Ketidakcocokan dengan pekerjaan
c) Pekerjaan yang berbahaya
d) Beban lebih
e) Target dan harapan yang tidak realistis (Igor S 1997, h.248).
b. Variabel Terikat (dependent) adalah variabel yang dipengaruhi variabel bebas (Arikunto 2006, h.118)
Variabel terikat dalam penelitian ini adalah: Kinerja Karyawan (Y) Kinerja merupakan hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh para karyawan dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya, (Mangkunegara 2001, h.67).
Menurut Sari (dikutip dari Gomes, 1993). Adapun indikator kinerja karyawan sebagai berikut:
1. Kualitas kerja
2. Kuantitas kerja
3. Kreatifitas kerja
4. Pengetahuan kerja
B. Populasi dan Sampel Penelitian
Populasi adalah keseluruhan subyek penelitian (Arikunto 1998, h.130). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan PT. Pataya Raya Semarang yang berjumlah 122 orang. Sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti (Arikunto 1998, h.131).
Sampel dalam penelitian ini adalah sebagian karyawan PT. Pataya Raya Semarang. Metode yang digunakan untuk pengambilan sampel menggunakan teknik penarikan sampel purposif yaitu sampel yang digunakan jika dalam upaya memperoleh data tentang masalah yang diteliti memerlukan sumber data yang memiliki kriteria khusus berdasarkan penilaian tertentu (Sugiana, 2008).
Objek sampel tersebut adalah tenaga kerja bagian operasional yang berjumlah 50 orang, karena mereka mempunyai karateristik yang sesuai dengan variabel – variabel yang akan diteliti dibandingkan dengan tenaga kerja dibagian yang lain. Setelah quesioner dibuat sesuai indikator tiap variabel, sample disebarkan ke 20 karyawan bagian operasional untuk mengetahui valid dan reliabelnya kueseioner yang dibuat. Setelah valid dan reliabel, quesioner kembali disebarkan kepada 30 karyawan.
C. Sumber Data
Sumber data merupakan subyek dari mana data dapat diperoleh (Arikunto, 1998, h.30). Sumber data dapat dibedakan menjadi dua yaitu data primer dan data skunder. Menurut Sari (dikutip dari Usman dan Akbar 2006). Data primer merupakan data yang dikumpulkan secara langsung oleh peneliti atau pihak pertama, sedangkan data sekunder merupakan data yang dikumpulkan oleh pihak lain dan dimanfaatkan oleh penelitian untuk kebutuhan penelitian yang dilakukannya Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data primer yang diperoleh dari tanggapan responden terhadap kuesioner atau menjawab pertanyaan – pertanyaan tentang lingkungan kerja, stres kerja dan kinerja karyawan dan data skunder yang merupakan sumber – sumber pustaka perusahaan, misalnya mengenai sejarah perusahaan.
D. Metode pengumpulan Data
Metode pengumpulan data dalam penelitian merupakan metode atau cara yang digunakan oleh peneliti untuk mendapatkan data dalam suatu penelitian. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan Metode Kuesioner. Kuesioner adalah sejumlah pertanyaan secara tertulis yang akan dijawab oleh responden penelitian, agar peneliti memeroleh data lapangan/ empiris untuk memecahkan masalah penelitian dan menguji hipotesis yang telah ditetapkan.
Dalam penelitian ini, kuesioner yang digunakan adalah kuesioner tertutup yaitu model pertanyaan dimana pertanyaan tersebut telah tersedia jawaban, sehingga responden hanya memilih dari alternatif jawaban yang sesuai dengan pendapat atau pilihannya. Pertanyaan tertutup tersebut menerangkan tanggapan responden terhadap variabel lingkungan kerja, stres kerja dan kinerja karyawan.
Untuk penskoran dari tiap jawaban yang diberikan oleh responden, peneliti menentukan sebagai berikut:
1. Untuk jawaban Sangat Setuju responden diberi skor 5
2. Untuk jawaban Setuju responden diberi skor 4
3. Untuk jawaban Cukup Setuju responden diberi skor 3
4. Untuk jawaban Tidak Setuju diberi skor 2
5. Untuk jawaban sangat tidak setuju diberi skor 1
E. Uji Validitas dan Realibilitas
1. Uji Validitas
Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukan tingkat kevalidan dan kesahihan suatu instrumen (Arikunto 1998, h.168). Suatu instrumen yang valid atau sahih mempunyai validitas tinggi. Sebaliknya, instrumen yang kurang valid berarti memiliki validitas rendah. Untuk mengetahui apakah kuesioner yang digunakan valid atau tidak, maka r yang diperoleh (rhitung) dikonsultasikan dengan (rtabel) maka instrumen dikatakan valid, dan apabila rhitung > rtabel maka instrumen dikatakan valid, dan apabila rhitung < rtabel maka instrumen dikatakan tidak valid. Uji validitas dapat diperoleh dengan menggunakan bantuan program SPSS.
2. Uji Reliabilitas
Reliabilitas adalah instrumen cukup dipercaya untuk digunakan sebagai alat
pengumpul data karena instrumen itu sudah baik (Arikunto 1998, h.170). Instrumen yang baik tidak akan bersifat tendensius atau mengarahkan responden untuk memilih jawaban – jawaban tertentu. Instrumen yang sudah dapat dipercaya, yang reliabel akan menghasilkan data yang dapat dipercaya. Reliabilitas dimaksudkan untuk mengetahui seberapa tingkat konsistensi internal (intenal consistency) jawaban responden terhadap instrumen untuk mengukur variabel lingkungan kerja, stres kerja dan kinerja karyawan (Eko Aria 2008, h.50). Suatu instrumen pengukuran yang menghasilkan koefisien
alpha cronbach kurang dari 0,6 dipertimbangkan kurang baik, 0,7 dapat diterima dan diatas 0,8 baik (Eko Aria 2008, h.50). Uji reliabilitas dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan bantuan program SPSS.
alpha cronbach kurang dari 0,6 dipertimbangkan kurang baik, 0,7 dapat diterima dan diatas 0,8 baik (Eko Aria 2008, h.50). Uji reliabilitas dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan bantuan program SPSS.
F. Metode Analisis Data
Penelitian ini menggunakan metode sebagai berikut:
1. Analisis Regresi Berganda
Model ini merupakan model regresi berganda dimana untuk mengetahui persamaan regresi pengaruh lingkungan kerja dan stres kerja terhadap kinerja karyawan pada PT. Pataya Raya Semarang.
2. Uji Hipotesis
Untuk menguji hipotesis model penelitian ini yaitu pengujian koefisien β1, dan β2 prosesnya menggunakan proses regressi seperti biasa, yaitu sebagai berikut:
1. Langkah pertama adalah meregresi KK untuk variabel LK dan SK dari hasil data yang diperoleh dari penelitian dengan diolah menggunakan program SPSS. Untuk pengujian hipotesis penelitannya adalah sebagai berikut:
1. Pengaruh X1, X2 terhadap Y secara simultan (Uji F) Uji F digunakan untuk mengetahui apakah semua variabel independen (stres kerja dan lingkungan kerja) mempunyai pengaruh yang sama terhadap variabel terikat (kinerja karyawan) secara simultan atau bersama – sama. Apabila besarnya probabilitas signifikansi lebih kecil dari 0,05 maka Ha diterima, sedangkan jika probabilitas signifikansi lebih besar dari 0,05 maka Ha ditolak.
2. Pengaruh X1, X2 terhadap Y secara parsial (Uji t) Tujuan dari uji t adalah untuk melihat signifikansi dari pengaruh variabel independen secara individual terhadap variabel dependen dengan menganggap variabel lain bersifat konstan. Apabila besarnya probabilitas signifikansi lebih kecil dari 0,05 maka Ha diterima, sedangkan jika probabilitas signifikansi lebih besar dari 0,05 maka Ha ditolak.
DAFTAR PUSTAKA
Almusthofa, Resa. 2014. Pengaruh Lingkungan Kerja, Motivasi Kerja, Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Pegawai ( Studi Pada Pegawai Perum Bulog Divisi Regional Jakarta). Skripsi tidak dipublikasikan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Diponegoro Semarang.
Amstrong, Michael, 1999. Manajemen Sumber Daya Manusia. Terjemahan Sofyan dan Haryanto. PT. Elex Media Komputindo. Jakarta.
Anoraga, Pandji.2001. Manajemen Bisnis. Jakarta : PT. Rineka Cipta
Anwar, Arifin. 1993. Strategi Komunikasi. Armico : Bandung.
Jacinta F. 2002. Stres Kerja. www.e-psikologi.com/masalah/stres. Diakses 11 Mei 2015
Tidak ada komentar:
Posting Komentar