MAKALAH
PENGANTAR PENDIDIKAN
( Pendidikan Seumur Hidup )
Disusun Oleh:
Nama : Musliana
NIM : H0417328
Kelas : Fisika B 2017
Dosen Pengampu: Dr. Muhammad Jamil, M.Pd
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
UNIVERSITAS SULAWESI BARAT
Tahun Akademik: 2018/2019
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan begitu banyak nikmat yang mana makhluk-Nya pun tidak akan menyadari begitu banyak nikmat yang telah didapatkan dari Allah SWT. Selain itu, kami juga merasa sangat bersyukur karena telah mendapatkan hidayah-Nya baik kesehatan maupun pikiran.
Dengan nikmat dan hidayah-Nya pula kami dapat menyelesaikan penulisan tugas mata kuliah PENGANTAR PENDIDIKAN dengan topik inti “ Pendidikan Seumur Hidup” ini. Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak DR. Muhammad Jamil, M.Pd. Selaku dosen pengampu mata kuliah PENGANTAR PENDIDIKAN serta semua pihak yang turut membantu proses penyusunan makalah ini.
Kami menyadari makalah ini masih bersifat sederhana dan terbatas baik isi maupun kajiannya.Oleh karena itu,diperlukan saran dan kritik guna memperbaiki penyusunan makalah selanjutnya.
Demikian, semoga makalah ini dapat menambah wawasan dan memberi manfaat bagi pembaca dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkaitan dengan pengantar pendidikan.
Majene, November 2018
Penulis
DAFTAR ISI
Kata Pengantar.............................................................................................. i
Daftar Isi....................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang....................................................................... 1
B. Pengertian............................................................................. 3
C. Tujuan..................................................................................... 3
BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian Pendidikan Seumur Hidup................................... 4
B. Dasar Pikiran Pendidikan Seumur Hidup .............................. 5
C. Karakteristik Pendidikan Seumur Hidup............................... 7
D. Implikasi Pendidikan Seumur dalam Program
Pendidikan ............................................................................. 8
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan........................................................................... 12
B. Saran .................................................................................... 12
Daftar Pustaka............................................................................................ 13
BAB I
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pendidikan merupakan suatu proses pembentukan kepribadian manusia. Sebagai suatu proses, pendidikan tidak hanya berlangsung pada suatu saat saja. Akan tetapi harus berlangsung secara berkelanjutan. Dari sinilah muncul istilah pendidikan seumur hidup (long life education) atau pendidikan terus menerus (continuing education).
Di dalam GBHN 1983-1988 tujuan pendidikan dinyatakan sebagai berikut: “Pendidikan nasional berdasarkan Pancasila, bertujuan untuk meningkatkan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, kecerdasan dan keterampilan, mempertinggi budi pekerti, memperkuat kepribadian, dan cinta tanah air, agar dapat menumbuhkan dirinya sendiri serta bersama-sama bertanggung jawab atas pembangunan bangsa.
Pendidikan adalah modal utama yang harus dimiliki oleh setiap manusia. Dengan pendidikan akan meninggikan manusia dan merendahkan manusia yang lain, manusia akan dianggap berharga bila memiliki pendidikan yang berguna bagi sesamanya.
Masa dari pendidikan sangatlah panjang, banyak orang yang beranggapan bahwa pendidikan itu berlangsung hanya disekolah saja, tetapi dalam kenyataanya pendidikan berlangsung seumur hidup melalui pengalaman-pengalaman yang dijalani dalam kehidupanya. Islam juga menekankan pentingnya pendidikan seumur hidup, Nabi pernah bersabda : Tuntutlah ilmu dari buain sampai meninggal dunia. Hal ini menunjukan bahwa pendidikan berlangsung tanpa batas yaitu mulai sejak lahir sampai kita meninggal dunia.
Pendidikan seumur hidup merupakan asas pendidikan yang cocok bagi orang-orang yang hidup dalam dunia transformasi, dan di dalam masyarakat yang saling mempengaruhi seperti saat zaman globalisasi sekarang ini. Setiap manusia dituntut untuk menyesuaikan dirinya secara terus menerus dengan situasi baru.
Pendidikan di sekolah hanya terbatas pada tingkat pendidikan dari sejak kanak-kanak sampai dewasa, tidak akan memenuhi persyaratan-persyaratan yang dibutuhkan dunia yang berkembang sangat pesat. Dunia yang selalu berubah ini membutuhkan suatu sistem yang fleksibel. Pendidikan harus tetap bergerak dan mengenal inovasi secara terus menerus.
Jadi, tidak ada batasan usia yang menunjukkan tidak mungkinnya atau tidak dapatnya sesseorang untuk belajar. Pendidikan berlangsung seumur hidup dan dilaksanakan di dalam lingkungan rumah tangga atau keluarga, sekolah dan masyarakat. Karena itu pendidikan adalah tanggung jawab bersama antara keluarga, masyarakat, dan pemerintah. Pendidiakan seumur hidup berperan sebaga integral dari kehidupan manusia.
(sumber:http://minyunn.blog.uns.ac.id/2012/10/19/10
B. Pengertian
Di dalam GBHN 1983-1988 tujuan pendidikan dinyatakan sebagai berikut: “Pendidikan nasional berdasarkan Pancasila, bertujuan untuk meningkatkan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, kecerdasan dan keterampilan, mempertinggi budi pekerti, memperkuat kepribadian, dan cinta tanah air, agar dapat menumbuhkan dirinya sendiri serta bersama-sama bertanggung jawab atas pembangunan bangsa.
Pendidikan seumur hidup merupakan asas pendidikan yang cocok bagi orang-orang yang hidup dalam dunia transformasi, dan di dalam masyarakat yang saling mempengaruhi seperti saat zaman globalisasi sekarang ini. Setiap manusia dituntut untuk menyesuaikan dirinya secara terus menerus dengan situasi baru.
(sumber:http://minyunn.blog.uns.ac.id/2012/10/19/10
C. Tujuan Penulisan
- Mengetahui pengertian pendidikan seumur hidup.
- Mengetahui dasar pikiran seumur hidup.
- Mengetahui karakteristik pendidikan seumur hidup.
- Memahami implikasi pendidikan seumur hidup.
(sumber:https://alfinmaulani407.wordpress.com/2016/06/06/makalah-pendidikan-sepanjang-hayat/)
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Pendidikan Seumur Hidup
Pendidikan seumur hidup ialah sebuah sistem konsep-konsep edukasi yang menjelaskan keseluruhan peristiwa-peristiwa pekerjaan belajar melatih yang dilangsungkan dalam borongan kehidupan manusia. globalisasi dan pembangunan Iptek menyebabkan perubahan-perubahan yang cepat dalam masyarakat pada sekian banyak bidang. Pendidikan di tuntut untuk menolong individu supaya dapat mengekor perubahan-perubahan sosial sepanjang hidupnya. Maka lahirlah konsep kehidupan seumur hidup.
Manusia ialah makhluk yang tumbuh dan berkembang. Dalam konteks ini yang dimaksudkan dengan tumbuh ialah menyangkut pada aspek jasmani atau biologisnya. Hal ini ditandai dengan meningkatnya tinggi badan yang bisa diukur dengan centimeter. Sedangkan yang dimaksud dengan pertumbuhan emosi, mental, jati diri serta sekian banyak hal yang bersangkutan erat dengan kejiwaan. Pertumbuhan kejiwaan insan tidak dapat terlepas dari lingkungan pendidikan tersebut sendiri.
Manusia hendak mempunyai dan mendapat suatu kehidupan yang baik. Selama ini manusia berjuang untuk menambah dan mengembangkan pengetahuan, kepribadian, maupun keterampilannya. Secara sadar atau tidak maka, selama tersebut pula edukasi berjalan terus. Pendidikan seumur hidup adalah jawaban terhadap kritik-kritik yang dilontarkan untuk sekolah yang secara tradisional mengalami kendala dalam menyesuaikan diri dengan evolusi kehidupan yang paling cepat dalam abad terakhir ini dan tidak bisa memenuhi keperluan atau tuntutan insan yang semakin bertambah dengan beragam pekerjaan, serta turun naiknya peluang kerja. Hal ini bisa memberikan pengaruh yang paling besar terhadap dunia pendidikan.
Ide dan konsep edukasi seumur hidup secara operasional tidak jarang pula dinamakan dengan edukasi sepanjang raga bukanlah sesuatu yang baru. Sebagai konsep yang lebih ilmiah dimana urusan ini sudah menjadi tuntutan dunia global, edukasi seumur hidup sudah mermbah ke sekian banyak daerah atau Negara dan telah dialami sejak tahun 70-an.
(sumber:https://www.kumpulanmakalah.com/2015/11/pendidikan-seumur-hidup.html)
B. Dasar Pikiran Pendidikan Seumur Hidup
a. Tinjauan Idiologi
Semua manusia dilahirkan sama dan mempunyai hak yang sama, khususnya hak untuk memperoleh pendidikan dan meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya.
b. Tinjauan Ekonomi
Salah satu cara keluar dari lingkaran setan antara kebodohan dan kemelaratan ialah dengan pendidikan seumur hidup.
c. Tinjauan Sosiologis
Salah satu masalah pendidikan di negara berkembang adalah pemborosan pendidikan yang disebabkan oleh sebagian orang tua kurang menyadari pentingnya pendidikan, putus sekolah bahkan tidak sekolah sama sekali. Oleh karena pemborosan itu dapat berakibat tambahnya jumlah buta huruf, orang tua merupakan pemecahannya.
d. Tinjauan Politis
Negara kita adalah negara demokrasi di mana seluruh warga negara wajib menyadari hak dan kewajibannya di samping memahami fungsi pemerintah.
e. Tinjauan Teknologis
Dengan majunya ilmu pengetahuan dan teknologi para pemimpin, teknisi, guru dan sarjana dari berbagai disiplin ilmu harus senantiasa menyusaikan perkembangan ilmu dan teknologi terus menerus untuk menambah cakrawala pngetahuan di samping keterampilan.
f. Tinjauan Psikologis dan Pedagogi
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi berpengaruh besar terhadap pendidikan khususnya konsep dan teknik penyampaiannya. Oleh karena perkembangan ilmu dan teknologi makin luas dan komplek maka tidak mungkin segalanya itu dapat diajarkan kepada anak di sekolah.
Maka dewasa ini tugas pendidikan formal yang utama adalah bagaimana mengajarkan cara belajar, menanamkan motivasi yang kuat kepada anak untuk belajar sepanjang hayatnya, memberi keterampilan kepada anak untuk secara lincah menyesuaikan diri kepada lingkungan masyarakat yang dengan cepatnya berubah-ubah..
(Sumber:https://alfinmaulani407.wordpress.com/2016/06/06/makalah-pendidikan-sepanjang-hayat)
C. Karakteristik Pendidikan Seumur Hidup
Pendidikan seumur hidup memiliki karakteristik sebagai berikut:
- HIDUP, SEUMUR HIDUP, dan PENDIDIKAN merupakan tiga konsep pokok yang menentukan lingkup dan makna pendidikan seumur hidup.
- Pendidikan tidaklah selesai setelah berakhirnya masa sekolah, tetapi merupakan sebuah proses yang berlangsung sepanjang hidup.
- Pendidikan seumur hidup tidak diartikan sebagai pendidikan orang dewasa, tetapi mencakup dan memadukan semua tahap pendidikan (pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah, pendidikan tinggi) dan jenis pendidikan.
- Pendidikan seumur hidup mencakup pola-pola pendidikan formal maupun pola-pola pendidikan non formal, baik kegiatan-kegiatan belajar terencana maupun kegiatan-kegiatan belajar insidental.
- Keluarga memainkan peranan utama, peranan dasar dalam memulai pendidikan seumur hidup.
- Masyarakat juga memainkan suatu peranan yang penting dalam sistem pendidikan seumur hidup.
- Pendidikan seumur hidup menghendaki keterpaduan dimensi vertikal dan dimensi horizontal dari pendidikan.
- Bertentangan dengan bentuk pendidikan yang bersifat elitis, pendidikan seumur hidup bersifat universal.
- Pendidikan seumur hidup ditandai oleh adanya kelenturan dan peragaman dalam dalam isi bahan, alat-alat , teknik, dan waktu belajar .
- Pendidikan seumur hidup mengandung fungsi-fungsi adaptif dan inovatif bagi individu dan masyarakat.
- Tujuan akhir pendidikan adalah mempertahankan dan meningkatkan kualitas hidup.
- Ada tiga prasyarat utama bagi pendidikan seumur hidup, yaitu : kesempatan, motivasi, dan edukabilitas.
- Pendidikan seumur hidup adalah sebuah prinsip pengorganisasian semua pendidikan.
- Pada tingkat operasional, pendidikan seumur hidup membentuk sebuah sistem keseluruhan dari semua pendidikan.
(sumber:http://minyunn.blog.uns.ac.id/2012/10/19/108/)
D. Implikasi Pendidikan Seumur Hidup
a. Implikasi pada Program Pendidikan
1. Pendidikan Baca Tulis
Pengetahuan-pengetahuan baru dapat diperoleh terutama melalui bacaan.
2. Pendidikan Kejuruan
Dengan majunya teknologi dan industrialisasi maka pendidikan kejuruan tidak boleh dipandang sekali jadi dan selesai.
3. Pendidikan Profesional
Pendidikan profesional perlu mengikuti perubahan dan sikapnya terhadap profesinya masing-masing.
4. Pendidikan ke Arah Perubahan dan Pengembangan
Dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pengaruhnya telah menyusup dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat. Barang-barang elektronik telah menggantikan alat-alat dapur yang tradisional bagi kalangan ibu rumah tangga (mesin cuci listrik, kompor listrik, dan lain-lain.).Hal ini asas pendidikan sepanjang hayat merupakan konsekuensi penting untuk mengikuti perubahan sosial dan pembangunan.
5. Pendidikan Kewarganegaraan dan Kedewasaan Politik
Dalam pemerintahan dan masyarakat yang demokratis, maka kedewasaan warga negara dan para pemimpinnya dalam kehidupan negara sangat penting. Untuk itu pendidikan kewarganegaraan dan kedewasaan politik itu merupakan bagian yang penting dari pendidikan sepanjang hayat.
6. Pendidikan Kultural dan Pengisian Waktu Luang
Seseorang yang disebut terpelajar (Educated Man) harus memahami dan menghargai nilai-nilai yang terkandung dalam sejarah, kesusastraan, pandangan hidup, kesenian dari bangsanya sendiri. Pengetahuan terhadap nilai-nilai tersebut di samping memperkaya khasanah hidupnya, juga memungkinkan untuk mengisi waktu luangnya yang lebih menyenangkan. Atas dasar itu semua maka pendidikan kultural dan pengisian waktu luang secara konstruktif merupakan bagian penting daripada pendidikan sepanjang hayat.
b. Implikasi pada Sasaran Pendidikan
1. Para Petani
Di negara yang berkembang para petani merupakan golongan penduduk yang paling besar. Biasanya cara hidup mereka masih tradisional dan masih percaya mitos dan lain-lain. Hal ini disebabkan oleh dasar pendidikan yang rendah, atau mungkin sama sekali tidak memperoleh pendidikan formal.
2. Para Remaja yang Putus Sekolah
Mereka keluar dari sekolah karena berbagai sebab (bosan, kurang bakat, kurang biaya, dan lain-lain)
3. Para Pekerja yang Berketerampilan
Supaya dapat menghadapi setiap tantangan hari depan mereka, hendaknya diberikan kepada mereka program pendidikan kejuruan dan teknik, yang dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan yang telah mereka miliki.
4. Para Teknisi dan Golongan Profesional
Pada umumnya golongan ini menduduki posisi penting dalam masyarakat. Golongan ini sangat menentukan berhasil tidaknya pembangunan. Untuk selalu menambah dan memperbaharui pengetahuan dan keterampilan maka program pendidikan seumur hidup sangat penting baginya.
5. Para Pemimpin Masyarakat
Hendaknya mereka ini mampu memadukan antara pengetahuan dengan berbagai keahlian di samping harus selalu memperbaharui sikap dan gagasannya, sesuai dengan kemajuan dan pembangunan.
6. Para Anggota Masyarakat yang Sudah Tua
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Pendidikan seumur hidup (Life Long Education) adalah bahwa pendidikan tidak berhenti hingga individu menjadi dewasa, tetapi tetap berlanjut sepanjang hidupnya.
Dasar pikiran mengenai pendidikan sepanjang hayat antara lain yaitu, tinjauan idiologis, ekonomis, sosiologis, politis, teknologis, psikologis, dan paedagogis.Asas pendidikan seumur hidup itu merumuskan suatu asas bahwa proses pendidikan merupakan suatu proses kontinu, yang bermula sejak seseorang dilahirkan hingga meninggal dunia.
Tujuan dari pendidikan sepanjang hayat yaitu Mengembangkan potensi kepribadian manusia sesuai dengan kodrat dan hakikatnya, yakni seluruh aspek pembawaannya seoptimal mungkin.
B. SARAN
Konsep tentang pendidikan sepanjang hayat diharapkan akan mengubah pandangan masyarakat bahwa pendidikan bukan hanya belajar di sekolah formal saja, melainkan dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja, misalnya di lingkungan keluarga dan masyarakat. Untuk mendukung konsep tentang pembelajaran sepanjang hayat, dibutuhkan peran aktif dari masyarakat dan pemerintah. sehingga konsep pendidikan sepanjang hayat dapat terealisasikan dengan baik.
DAFTAR PUSTAKA
Maulani. Alfin. 2016. Makalah Pendidikan Sepanjang Hayat, (online)
https://alfinmaulani407.wordpress.com/2016/06/06/makalah-pendidikan-sepanjang-hayat/) diakses 11 November 2018
Minyunn. 2012. Blog, (online)
Anonim. 2015. Pendidikan Seumur Hidup, (online)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar